Selasa, 25 Februari 2014

Bayang

Terima kasih atas semua yang kau berikan
Atas tangis dan tawa yang hadir dalam hidupkau
Karena kau hidupku jauh lebih berwarna
Memberiku rasa yang tak pasti
Yang ku sebut itu Cinta
 
Walau ku tak dapat melihat wajahmu
Harum tubuhmu buatku berdegup kencang
Namun ku bersyukur dapat memegang erat tanganmu saat kita berjalan
Walau bayanngmu kelabu
Hatiku tetap melihat bayangmu yang berwarna

Senin, 24 Februari 2014

Diam

Diam tak berarti bisu
Diam hanyalah untaian kata yang tak dapat hati ini mengerti
Namun diamku hanyalah sunyi
Hanyalah kebimbangan dalam hati
Perasaan yang tak pasti
Yang tak bisa ku pahami
Aku hanyalah ingin diam dalam kesunyian seorang diri
Hanya ingin menyusun itu menjadi pasti
Dan hanya ingin menjadikan diamku indah pada waktunya

Lentrera Hidupku

Aku mencari terang dalam gelapnya malam
Mencari penuntun tuk tunjukkan jalan pulang
Mencari lentera yang dapat menemani perjalananku
Namun tak ku temui lentera itu

Hingga ku dapatkan diriku dalam perisimpangan jalan
Aku tak tau harus ke mana
Dan ku dapati diriku jatuh dalam lembah yang gelap dan sesak

Hingga akhirnya ku temukan Dia lentera hidupku
Dia yang menuntunku pulang ke rumah Bapaku
Karena-Nya, aku dapat melihat Bapaku yang ku cari selama ini
Dialah lentera yang temani jalanku dan menolongku saat aku jatuh dalam lembah yang kelam

Kini aku telah tenang
Kini aku telah bahagia
Di rumah yang begitu damai dan indah bersama Bapaku dan
Dia disisiku, dan di sisi orang-orang tercinta