Senin, 17 November 2014

Portofolio Part1

  
Contoh C.V




Puisi untuk bunda

Bunda Tiada Untuk Kami(Lydia Longley Bunga)


Lihatlah paras cantik nan menawan Sentuhan lembut serta pelukan hangat Suara merdu dalam lembayung surga
Tak mengapa amarahmu keluar untuk mengingatkan putrimu Sujud doa di balur rintih air Keluar dari mata letih ibunda Doakan anak agar bahagia
Semakin rapuh dan renta Dilahap usia beralas asap dapur Kulit keriput berjumlah usia
Bunda ada untuk kami Bunda tiada untuk kami

Jumat, 06 Juni 2014

Sejarahku

Mengenagmu adalah hal terindah dalam hidupku
Walau sakitnya hati ini dapat kuredam
Namun engkau tlah menjadi serpihan hidup ini
Kau tlah mencoretkan tinta dalam lembar hidup ini
Kau juga yang mengukir sejarah dalam balutan tinta warna-warni
Dan kau pula tlah menghiasi halaman itu dengan kertas origami
       Pahit itu kan tetap pahit
       Luka itu kan tetap perih
       Walau manis itu menyelimuti semua, namun kan tetap pahit dan perih juga
       Terima kasih tlah menjadi bagian dari sejarahku....

Ayah

Tak ada pria sehebat dia
Tak ada pria sekuat dia
Tak ada pria setampan dia
Dan tak akan pernah ada pria seperti dia
       Karena dibalik kesalahannya dia tetaplah dia
       Dibalik kharismanya dia tetaplah pria biasa
       Tanpa dia aku bukanlah aku
       Karena dia aku dapat hadir di dini
Dia yang selalu melindungiku
Dia yang tak pernah bosan menegurku
Karena dia pelindungku
Karena dia penyelamatku

Aku...
Yang akan hadir
Untukmu.....
Ayah

Yang Ku Inginnkan

Aku hanya ingin menunggu jawaban darimu
Menunggu kepastian dari dirimu saja 
Karena di dalam raga ini tlah mengalir darahmu
Dalam hati ini t'lah terukir namamu
Engkau sebuah alasanku tuk hidup
Engkau tlah membangkitkan energi dalam tubuhku
Salahkah bila hati ini menunggu kehadiranmu?
Salahkah mata ini inginn melihatmu secara nyata?
Apakahku tak boleh bersandar di bahumu lagi?
Apakahku tak boleh memelukmu lagi?
Hanya engkau nafas hidupku
Karena hanya engkau yang ku inginkan

Jumat, 07 Maret 2014

Bisu

Aku ingin terdiam
Diam dalam bisu
Bisu di kesunyian
Kesunyian untuk menyadari
Sadar akan diriku sesungguhnya
 Aku ingin melepas semua
 Melepas seemua yang ada
 Penat dan kebimbangan hati
 Dalam hati yang sunyi
 Dan dalam sunyi kebisuan

Izinkan

Izinkan aku mencintaimu
Walau hanya sahabat
\Izinkan aku menyentuh tanganmu
Walau hanya sedetik
Izinkan aku memilikimu
Walau hanya sesaat
     Namun jangan biarkan aku terluka
     Jangan biarkan aku membeku
     Dalam keraguan tentang dirimu
     Dalam kesepian karena kau menjauh
     Izinkan kau jadi pangeranku walau hanya sehari

Time To Say Goodbye

Aku gak pernah tau berapa lama lagi dapat menatap kalian
Aku selalu berharap dapat merasakan cinta, tawa, dan tangis ini lebih lama
      Sebelumm mata ini tertutup
      Sebelum jantung ini berhenti
Selama nafas ini ada
Sebelum aku kembali ke rumah Bapaku
     Walau ku kan temukan bahagia sebenarnya di sana, 
     tapi aku masih ingin bersama kalian
     Dan menikmati hidupku di sisa umurku 
     Entah sampai kapan raga ini bertahan 
     Bertahan dari sakit yang hanya dapat ku rasa sendiri

Selasa, 25 Februari 2014

Bayang

Terima kasih atas semua yang kau berikan
Atas tangis dan tawa yang hadir dalam hidupkau
Karena kau hidupku jauh lebih berwarna
Memberiku rasa yang tak pasti
Yang ku sebut itu Cinta
 
Walau ku tak dapat melihat wajahmu
Harum tubuhmu buatku berdegup kencang
Namun ku bersyukur dapat memegang erat tanganmu saat kita berjalan
Walau bayanngmu kelabu
Hatiku tetap melihat bayangmu yang berwarna

Senin, 24 Februari 2014

Diam

Diam tak berarti bisu
Diam hanyalah untaian kata yang tak dapat hati ini mengerti
Namun diamku hanyalah sunyi
Hanyalah kebimbangan dalam hati
Perasaan yang tak pasti
Yang tak bisa ku pahami
Aku hanyalah ingin diam dalam kesunyian seorang diri
Hanya ingin menyusun itu menjadi pasti
Dan hanya ingin menjadikan diamku indah pada waktunya

Lentrera Hidupku

Aku mencari terang dalam gelapnya malam
Mencari penuntun tuk tunjukkan jalan pulang
Mencari lentera yang dapat menemani perjalananku
Namun tak ku temui lentera itu

Hingga ku dapatkan diriku dalam perisimpangan jalan
Aku tak tau harus ke mana
Dan ku dapati diriku jatuh dalam lembah yang gelap dan sesak

Hingga akhirnya ku temukan Dia lentera hidupku
Dia yang menuntunku pulang ke rumah Bapaku
Karena-Nya, aku dapat melihat Bapaku yang ku cari selama ini
Dialah lentera yang temani jalanku dan menolongku saat aku jatuh dalam lembah yang kelam

Kini aku telah tenang
Kini aku telah bahagia
Di rumah yang begitu damai dan indah bersama Bapaku dan
Dia disisiku, dan di sisi orang-orang tercinta